Kabaratta.com
Nasional

Arogan, Lurah Sudiang Kecamatan Biringkanaya Makassar Diminta Mundur Dari Jabatannya

Kantor Lurah Sudiang

Kabaratta.com – Dalam penertiban pedangangan kaki lima yang berjualan sepanjang jalan trotoar di pasar mandai, seorang kepala kelurahan sudiang kecamatan biringkanayya memperlihatkan sikap kepimpinan berlagak premanisme, yang membuat warganya ketakutan saat menertibkan pedangan kaki lima yang jualannya melintas di trotoar pinggir jalan.

Salah seorang sumber menjelaskan dengan rasa kesal dan perasaan yang tidak nyaman mengatakan bahwa saat karyawannya di datangi oleh kepala kelurahan sudiang atas nama Udin H. Idris bersama tiga orang stafnya memperlihatkan gaya yang kurang sopan dalam mengambil suatu keputusan, yakni salah seorang staf kelurahan menendang pot bunga yang di jualnya, lalu kepala kelurahan sudiang kecamatan biringkanaya mengeluarkan bahasa yang kurang etik dalam menghadapi warga yang dipimpinnya.

Saat di lokasi salah seorang pedangan kaki lima kepala kelurahan tersebut mempertanyakan kepada karyawan penjual kaki lima tersebut “mana pemilik warung atau toko ini, suruh kesini. Dengan rasa takut seorang karyawan memberikan kepada pak lurah no.hp pemilik toko tersebut, kemudian pak lurah menelpon pemilik toko dengan nada keras segerah kesini sepuluh menit bapak harus ada di tokonya bapak.

Ruang Kerja Lurah Sudiang

Anehnya lagi seorang lurah menggunakan bahasa penertiban pedagang kaki lima yang melintas atau lewat ditrotoar jualannya harus di tindaki, sementara yang di tegur bahkan di tindaki hanya satu toko pemilik atas nama Noved ,sementara toko yang lain, dengan kondisi barang jualan masing masing menyebrang atau lewat di luar trotoar tidak dapat teguran atau tindakan.

Pemilik toko tersebut hanya meminta ke adilan , dalam artian jika memang itu penertiban oky saya terima, tapi anehnya seorang lurah hanya menindaki hanya salah satu warung atau toko saja. Ada apa dengan pak lurah tersebut, apa ada sesuatu atau kemasukan angin?

Atas kejadian tersebut, dan atas pengaduan orang yang mendapatkan perlakuan yang kurang menyenangkan ke DPW BAIN HAM RI pada hari selasa, tgl 03/11/2020. Pada hari Rabu 04/11/2020 Ketua Sahabuddin SH,MH bersama Sekertaris 3 Ismar SH serta Tim investigasi DPW BAIN HAM RI Provinsi Sulawesi selatan menemui kepala kelurahan sudiang di ruang kerjanya. Kepala kelurahan sudiang mengakui bahwa benar telah melakukan penertiban pedangan kaki lima pada hari senin,bersama tiga orang stafnya,namun menyangkal tentang bahasa kasarnya dengan nada yang tidak baik di dengar oleh warganya. Di akuinya bahwa benar saya bersama tiga orang staf melakukan penertiban. tapi baru satu orang nanti di lakukan secara bertahap. Yang pertama adalah toko salah seorang TNI yang harus menjadi contoh, bahwa seorang TNI saja di tindaki bagaimana yang lain pasti ikut, ungkap pak lurah sudiang.

Ketua DPW BAIN HAM RI Provinsi Sulawesi selatan SAHABUDDIN RAUF, SH.,MH angkat bicara mengatakan bahwa bahasa yang di lontarkan oleh kepala kelurahan sudiang ini memperlihatkan krakter seorang pemimpin yang tidak berwibawah, seakan akan TNI musuh mereka atau TNI mau di jadikan contoh yang kurang baik dimata masyarakat. Seharusnya pak lurah harus sadar dan memahami bahwa karena adanya institusi TNI di Negara kita, sehingga dalam menjalankan roda pemerintahan aman terkendali di Negara ini.karena TNI bentengnya Negara.

“Saya ketua DPW BAIN HAM RI Provinsi Sulawesi selatan. Meminta dengan tegas kepada pejabat di atas tingkat kelurahan. Termasuk Camat Biring kanayya, walikota makassar, bahkan Gubernur sekalian. Mohon di tindaki kepala kelurahan sudiang sesuai dengan ketentuan UU yang berlaku di Negara Kesatuan RI. kalau perlu copot/ ganti,”tegasnya.

Atas nama Sekertaris tiga DPW Bain Ham Ri Ismar SH, ia mengatakan bahwa pelayanan publik kelurahan sudiang sangat menunjukkan citra buruk dan jika terus-terusan seperti ini lebih baik mundur saja menjadi lurah.

” Jika ini terus dipertahankan dan oknum lurah sudiang selalu menunjukkan arogansinya sebagai pemimpin dan tidak mengatakan keramah tamahannya sebagai pelayan publik, maka kami menuntut untuk mundur saja dari jabatannya,” tutup ismar SH.

( Noer Fajriansyah )

Related posts

Kejari Depok Panggil Petugas Damkar Terkait Dugaan Korupsi

adminredaksi

Tarif Parkir Rp150 Ribu pada Hari Ojol Ideal Diterapkan di Lokasi Rawan Macet

adminredaksi

Teroris Condet dan Bekasi Akan Ledakan 100 Bom

adminredaksi