Kabaratta.com
Sorot

Diduga “Main Kucing- Kucingan” LPSE Luwu Utara Disorot

Kabaratta.com-ayanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemerintah Kabupaten Luwu Utara diduga terjadi permainan

Pasalnya, setiap mendekat berakhirnya jadwal pemasukan dokumen penawaran server yang digunakan LPSE seringkali mengalami gangguan secara tiba-tiba.

Salah satu kontraktor yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan,

“Tender di Luwu Utara perlu di pertanyakan apa yang menjadi penyebab sehingga server seringkali mengalami gangguan setelah batas waktu pemasukan dokumen penawaran sudah dekat masa berakhirnya.” Ucapnya. Sabtu (4/7/ 2020)

Lanjut dirinya mengatakan “Jika benar sistem tersebut benar-benar bermasalah kenapa tidak bermasalah sebelum berakhir waktu pemasukan penawaran,

“Seandainya server bermasalah saat paket baru mulai tayang mungkin saja tidak mengundang pertanyaan.” Ungkapnya

Biasanya setelah server mengalami gangguan pihaknya memberikan informasi secara terbuka bahwa server tersebut mengalami gangguan dan tidak bisa diakses, ini benar-benar mengundang pertanyaan.

Hal ini hampir serupa dengan kejadian bulan Juni kemarin, server mulai gangguan sejak dari tanggal 9 hingga 23 juni 2020, informasi dari pihak LPSE tanggal 16 Juni Pukul 11.34 Wita setelah jawal pemasukan penawaran dinyatakan sudah lewat.

“Berdasarkan pantauan kami selama ini, hanya server Luwu Utara yang sering mengalami gangguan seperti ini tidak dengan kabupaten lain cukup mengundang kecurigaan, ” Katanya

Saat dikonfirmasi melalui akun layanan LPSE Luwu Utara, pihak LPSE memberikan balasan dengan sebuah pesan,

“Maaf pak, ini sementara di identifikasi masalahnya, OSx bermasalah sejak tadi malam. Belum diketahui apakah pengaruh virus, mati lampu atau hal hal lainnya. jelasnya melalui pesan singkat” pesan sinkatnya.

Terpisah, Ketua Komando Garauda Sakti (KGS) Lembaga Aliansi Indonesia kabupaten Luwu utara, meminta kepada DPRD Kabupaten Luwu Utara

Agar tidak melakukan pembiaran terhadap pihak LPSE Luwu Utara yang mana telah diduga tidak terbuka ke publik setelah sistem tersebut dinyatakan gangguan.

“Jika DPRD masih tetap tutup mata dan membiarkan hal ini, kami akan laporkan masalah ini ke pihak yang berwajib untuk segera dilakukan pemeriksaan secara hukum” tegas Ketua KGS

(Ono)

Related posts

Kendala Lahan, Sampah di Samping SPBU Tambua Menumpuk, DLH Maros Acuh

[email protected] useradmin

PB HMI harap Kapolda Sultra Baru Tuntaskan Sejumlah Kasus Ilegal Mining

[email protected] useradmin

Mirip Kubangan Kerbau, Jalan Cengkeh Rusak Parah

[email protected] useradmin