Kabaratta.com
Daerah

Kakap Vs Kakap, MAPJ dan SEKAT-RI Bawa Kasus Kakap di Mapolda Sulsel

Kasus dugaan pengancaman dengan menggunakan Parang yang dilakukan oleh Adik Bupati Bulukumba, Andi Sofyan Sappewali terhadap wartawan newszonamerah.com, Andi Burhanuddin, akan dilimpahkan di Mapolda Sulawesi Selatan

Selain kasus Pengancaman, dugaan penghinaan profesi wartawan akan tetap ditindaklanjut, sebagaimana kasus ini sudah dilaporkan di Polres Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, pada 22 April 2020

Adik Bupati Bulukumba, Andi Sofyan ini, diduga telah menghalang-halangi kerja jurnalistik dan melanggar Undang-undang Pers Nomor 40 Tahun 1999, tentang Pers.

Tindakan tersebut dapat dikenai pasal pidana dan bisa dihukum penjara 2 tahun dan denda Rp500 juta. Sedangkan penghinaan profesi diatur dalam pasal 310 KUHP. Untuk fitnah, diatur pada Pasal 311 KUHP dengan ancaman penjara maksimal empat tahun

Ketua Umum SEKAT-RI, Muhammad Iqbal mengatakan, untuk kasus penghinaan profesi Wartawan yang sudah dilaporkan pada 22 April 2020, lalu. Dia akan tetap menunggu seperti apa keputusan Polres Kabupaten Bulukumba

“Kami menunggu seperti apa keputusannnya, beranikah Polres Bulukumba menahan Andi Sofyan? Jika tak berani, berarti sudah jelas ada keberpihakan mereka dengan terlapor. Dengan begitu kasus ini juga akan dilimpahkan ke Polda Sulsel, jika tak ada penyelesaiannya” kata Iqbal, Sabtu (25/4/2020)

Sementara itu, Ketua Umum MAPJ, Drs.A.Muh.Nasir Bcku.SH.MH.M.si, bersama dengan Tim Pengacaranya bersama SEKAT-RI akan membawa kasus pengancaman Parang ini di Mapolda Sulsel

Menurut Muh. Nasir, barang bukti berupa parang yang digunakan oleh Adik Bupati Bulukumba, Andi Sofyan, dalam proses gelar perkara ternyata itu sebilah kayu yang menyerupai parang

Hal itu disampaikan oleh Kasat Reskrim Polres Bulukumba, AKP Berry Juana Putra, dalam kasus gelar perkara di Ruang Pola Reskrim Polres Bulukumba, pada Selasa (21/4/2020) lalu.

“Sangat aneh, yang terjadi dilapangan adalah parang, dan setelah dilakukan gelar perkara ternyata kayu yang menyerupai parang. Seharusnya biarlah pihak pengadilan yang memutuskan kebenarannya itu parang atau bukan karena para saksi menyebutkan itu parang.” Kata Nasir, Sabtu (25/4/2020)

Nasir mengatakan, sudah sangat jelas, kalau Andi Sofyan Adik Bupati Bulukumba itu membawa parang dan mendatangi korban Andi Burhanuddin, apalagi sampai mengucapkan kalimat-kalimat kotor

“Jadi bukan harus keluar dari sarungnya baru dikatakan pengancaman itu sangat keliru, mendatangi orang lalu membawa parang di depan umum lalu mengucapkan kata perusak, apa maumu, bilangmako Bur, tai*** di otakmu hanya uang-uang itu sudah termasuk pengancaman” jelasnya

Oleh karena itu, MAPJ menyikapi persoalan ini, diduga ada “Sutradara” yang bermain, karena ini terlalu kasar. Jika ada permainan antara pihak terlapor dan Polres Bulukumba, maka selesai riwayat mereka.

“Terlapor ini sangat diuntungkan, kita aan laporkan kasus ini dan bawa ke Polda Sulsel. Ini tak bisa dibiarkan begitu saja, pembodohan publik namanya itu” bebernya

(Ramos)

Related posts

Jelang Hari Raya Idul Adha, PT Semen Tonasa Peduli Salurkan Bantuan 27 Ekor Hewan Qurban

admin

Polda Jatim Temukan Penimbunan Oksigen

admin

Geger! Seorang Perempuan di Luwu Ditemukan Gantung Diri dalam Rumah Kost

admin