Kabaratta.com
Sorot

Mempersulit Warga Untuk Mendapatkan e-KTP, Sekdis Dukcapil Gowa ‘Tak Manusiawi’

Kabaratta.com – Pandemi virus Corona di negeri ini membawa dampak  bagi masyarakat dalam melakukan aktifias, salah satunya aktifitas pelayanan publik di instansi pemerintahan, menjadi kurang efektif.

Banyaknya keluhan dari masyarakat terkait pelayanan di Dinas Catatan Sipil Kabupaten Gowa ,baik dalam pelayanan E-KTP maupun pembuatan Kartu keluarga dan Akte Kelahiran.

Seperti halnya Salah satu warga inisial AN (25) yang hendak mengambil E-KTP asli keluarganya yang sedang terbaring sakit dengan membawa surat keterangan dari Disdukcapil itu sendiri mendapat pelanyan ‘buruk’

Kepada awak media AN menceritakan” awalnya saya menuju loket ingin mengambil e-ktp asli keluarga saya yang lagi sakit dengan surat keterangan yang di keluarkan dukcapil sendiri.

“Namun sesampai saya di loket bukannya saya di berikan e- ktp asli tetapi saya mendapat pelanyan yang kurang baik dan petugas loket menganggap Suket yang Saya bawah itu tidak sah. Cetusnya

Selanjutnya saya menemui sekertaris dinas Edy Sucipto untuk mendapatkan solusi, namun Pak Edy hanya mengatakan “Maaf Pak Tidak Boleh diambil jika suketnya dikirim melalui whatshap saja, harus Aslinya. Ungkap AN Menirukan Kata Sekdis

Seusai penjelasan Sekertaris dinas tersebut Kemudian saya menuju kerumah keluarga untuk mengambil surat keterangan asli itu.

Setelah saya diberikan Surat keterangan asli itu selanjutnya saya kembali ke Disdukcapil dengan membawah surat keterangan asli.

Setiba di kantor Disdukcapil Gowa saya langsung menemui Sekertaris Dinas Edy Sucipto dengan memperlihatkan Suket asli dan menyampaikan jika pemilik e_ktp tidak dapat hadir karena sedang terbaring sakit.

Namun pak Edy Masih tidak memberi e-KTP tersebut dengan alasan harus pemiliknya yang harus datang, paling tidak salah satu yang ada namanya tertera di Kartu keluarga,(KK). Sebut AN Menirukan Sekdis dengan nada kecewa

Terkait hal tersebut ketua AWPI Sulsel Haryadi dg Talli menanggapinya, mengatakan dan menilai Sekertaris Dinas itu tidak manusiawi, aturan ini sangat miris, dikarenakan aturan yang dibuat seolah menyulitkan warga.

“Pertanyaannya Bagaimana jadinya kalau pihak keluarga yang ada namanya tertera di dalam KK itu pada berada diluar daerah semua, apakah harus ditunggu, untuk mengambil ktp itu, kan ngaur jika seperti itu, sementara ktp itu dibutuhkan untuk berobat.

“Tentu masalah seperti ini sangat menyulitkan dan kemungkinan besar yang bersangkutan tidak dapat memiliki KTPnya, disaat pemiliknya lagi sakit dan KTP tersebut harus digunakan untuk keperluan berobat dirumah sakit.

“Sekalipun peraturan daerah, (Perbup) terapkan masih saja sering ditemukan main (urusan dalam) yaitu pungli terima pulus dari pengurus (calo) agar urusan bisa cepat tuntas,” Ada pengurus, pasti ada calo.ungkapnya

Lanjut dia katakan, seperti yang dikutip dari salah satu warga “saat disampaikan pengurusan lewat Online, kami menilai tidak sesuai prosedur yang ada , harusnya warga dan pendataan dilakukan melalui aplikasi Disdukcapil tetapi ini beda warga diarahkan untuk menghubungi Salah satu No Whatshsal yang dikirimkan oleh Sekdis.

“Sementara berkas dikirim melalui nomor tersebut, sampai dua (2) minggu pun belum terbaca, tentu sangat menyusahkan buat warga.

Kami berharap, agar pemerintah kabupaten gowa khususnya bapak bupati gowa segera mengambil sikap terkait permasalahan tersebut.

(*)

Related posts

Aksi Balap Liar di jalan Poros Burung- burung Resahkan Warga

[email protected] useradmin

“Maddemija” Setelah LSM PERAK, Kembali L-KONTAK Laporkan Para Kades di Wajo

[email protected] useradmin

Yusuf Cora: Panja di DPRD Pinrang Layaknya Disebut ‘Panitia Jamban’

[email protected] useradmin