Kabaratta.com
Nasional

Pengaruh sastra lisan “Royong” terhadap perkembangan psikologis dan karakter seorang anak.

Kabaratta.com-Suku Makassar di Sulawesi Selatan (Sulsel) memiliki berbagai macam tradisi budaya leluhur yang perlahan mulai memudar dan tak diterapkan lagi oleh generasi berikutnya atau kita sebut generasi milenial.

Salah satunya tradisi menidurkan anak.

Tradisi ini berbeda-beda penyebutan. Masyarakat suku Makassar misalnya, menyebut dengan nama Royong. Namun bagi suku Bugis, tradisi ini disebut Yabalale.

Ritual yang dahulunya sering dipraktikkan oleh nenek moyang tersebut nyaris tak pernah lagi terlihat di tengah masyarakat suku Makassar maupun Bugis era kekinian ini.

Nyaris sudah tak ada. Kalau tradisi menidurkan anak dengan ayunan sarung itu masih ada, cuma tak ada lagi nyanyian khas yang biasa dilakukan nenek moyang sebelumnya yang disebut Royong (Sastra Lisan).

Paling kita temui sekarang saat menidurkan seorang anak adalah bunyian atau lagu yang ada di MP3 handphone dan itu bisa merusak saraf otak anak itu sendiri. Namun, masyarakat tidak menyadari itu.

Saya mencoba menganalisis perilaku karakter manusia milenial yang tak pernah secara langsung ripa’royongang (dilantunkan royong) pada saat dia masih kecil dan masih di atas ayunan. Ada perilaku yang menyimpang ketika dia beranjak dewasa.

Baik itu dari sisi kemanusiaannya, sisi Budi pekertinya, sisi siri’ na paccena, sisi sipakatauna, dan sisi sipakala’birina kepada sesama manusia dan bahkan kurang sopan santun kepada orang tuanya sendiri.

Salah satu petikan sastra lisan (Royong)

Dari titik inilah saya percaya bahwa sastra lisan Makassar yang disebut Royong mampu mempengaruhi mentalitas, psikologis dan karakter anak sampai dia beranjak dewasa dan bahkan sampai mati. Sebab, dalam teks Royong mengandung doa’, harapan dan nilai – nilai pendidikan moral yang dituturkan atau dilantunkan seorang ibu kepada anaknya ketika sedang menidurkannya.

Tentunya seorang ibu bukan hanya menuturkan begitu saja, tapi dengan kelembutan dan rasa cinta yang tulus kepada sang anak. Agar kelak anaknya mendapat kebahagiaan dunia dan akhirat.
yang sering dilantunkan seorang ibu saat menidurkan anaknya:

Ana’ tinro mako naung.. Pakaselaki matannu..
Mata ta’do’do’.. pa’lungang manakku tommi..
I Baso sallang lompo.. na’bayuang se’re bori.
Manna tanjari.. punna kaleleang mamo..
Ana’.. tinro mako naung.. Pakaselaki matannu..
Ambangungko nai’.. Te’ne tommi pa’mai’nu..

Artinya dalam bahasa Indonesia:

Tidurlah Anakku sayang.. lelapkanlah matamu..
Mata yang mengantuk.. Bantalmupun telah merindukanmu..
Bila nanti engkau dewasa.. menjadi kekasih seluruh alam..
walau tak jadi.. asalkan sudah terbagi..
Tidurlah anakku sayang.. Lelapkanlah matamu..
Bila nanti engkau bangun.. bahagia sudah perasaanmu..

Kalau kita menelaah setiap kata dari teks Royong di atas maka benar adanya dia memberikan stimulus dalam perkembangan mentalitas anak, sehingga dalam perkembangannya sampai dia dewasa maka secara psikologis, dalam alam bawah sadarnya mengalami Rechll (memanggil kembali apa yang pernah dia dengar pada saat banyi). Dari Rechll itulah membentuk karakter anak agar tetap menjadi diri yang punya Budi pekerti atau dalam masyarakat Makassar disebut dengan baji’ ada’, baji ampe – ampe, tutu rikana, tutu ripangngadakkang, baji nyawa, baji atika’, siagang sarro napakala’biri tau toana.

Maka dari tulisan saya ini mengajak untuk kita semua, khususnya masyarakat Bugis – Makassar dan terlebih lagi saya harapkan masyarakat yang ada di kabupaten Takalar ini agar tetap jangan tinggalkan kearifan lokal kita. Dalam hal ini, Royong.

Karena bagi saya Royong adalah salah satu yang bisa merubah psikologi dan karakter anak yang lebih santun dan bisa menjaga harkat dan martabatnya sendiri, keluarga dan masyarakatnya.

Inilah salah satu penelitian saya tentang Sastra lisan (Royong) terhadap perkembangan psikologis dan karakter anak.

(Yus Amin)

Related posts

Kodim Sampang Gelar Lomba Seni Lukis Komsos Kreatif TA. 2021

admin

Gandeng Travel H2F Agen Brilink Makassar Wisata Ke Pulau Dewata Bali

[email protected] useradmin

Kejar Target Nasional 70 Persen, Sidoarjo Tingkatkan Capaian Vaksinasi

admin