Kabaratta.com
Berita Daerah Hukum Kabar Kepulauan Tanimbar

‘Rampok’ Hak Rakyat Meyano Das, Jaksa Sita Tanah Tersangka

‘Rampok’ Hak Rakyat Meyano Das, Jaksa Sita Tanah Tersangka

Kabaratta.com, Tanimbar – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, menyita dua bidang tanah milik mantan Sekretaris Desa (Sekdes) Meyano Das, yang merupakan tersangka tindak pidana korupsi DD/ADD tahun 2017-2018.

Penyitaan aset pribadi itu berdasarkan surat perintah Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Kepulauan Tanimbar nomor: 432/Q.1.13/fd.2/09/2021, tanggal 16 September 2021.

“Kan ini udah ada penetapan tersangka, jadi aset yang disita ini, aset yang nanti akan digunakan untuk uang pengganti kerugian keuangan negara,” ujar Kasi Intel Kejaksaan Negeri, Falistha Gala, di TKP, Sabtu (18/9) kemarin.

Kedua bidang tanah tersebut merupakan tanah bersertifikan atas nama tersangka sendiri, yaitu Efratus Nifangelyau dengan luas rata-rata mencapai 180 hingga 190 m².

Falistha menjelaskan, walaupun aset tanah itu diperoleh sebelum tersangka menjabat, namun tetap disita sebagai jaminan pengganti kerugian negara akibat perbuatannya.

“Nah, jadi asetnya kita sita, walaupun perolehannya di tahun 2013, bukan di saat dia menjabat, namun nanti uangnya akan dijadikan, sesuai dengan pasal 18 undang-undang tipikor, nanti dapat digunakan untuk uang pengganti setelah putusan Pengadilan Negeri Ambon,” kata Falistha.

Sebelumnya, Efratus Nifangelyau ditetapkan menjadi tersangka tindak pidana korupsi DD/ADD Meyano Das pada Juni lalu.

Ia ditetapkan tersangka bersama dua rekannya, yakni mantan Kepala Desa Meyano Das, Petrus C. Olinger dan mantan Bendahara Desa Meyano Das, Marsela Fatlolon.

Menurut Jaksa, ketiganya terbukti melakukan tindak pidana korupsi sehingga negara mengalami kerugian sebanyak Rp307.246.208.

Dalam penelusurannya, jaksa berhasil mengambil kembali sisa dana desa yang dititipkan para tersangka ke Petrus Gorisalam sebesar Rp24.794.958.

Petrus Gorisalam merupakan saksi karena toko miliknya dijadikan tempat belanja kegiatan pemerintah desa Meyano Das, sekaligus tempat melayani kebutuhan pribadi para tersangka menggunakan dana desa yang dikelola.

Demi mengganti kerugian negara yang ada, Jaksa menelusuri aset ketiga tersangka untuk disita. Saat ini, Kejaksaan baru mengamankan dua bidang tanah milik mantan Sekdes dan sisa dana desa dari Petrus Gorisalam. Jika nantinya ditemukan aset lain, tidak menutup kemungkinan akan disita juga.

“Memang kita kemarin penelusuran aset atas nama yang bersangkutan langsung dan keluarganya, kebetulan yang kita temukan saat ini baru dua itu (dua bidang tanah). Tidak menutup kemungkinan nanti aset-aset yang lain kita sita juga untuk menutupi kerugian negara,” akui Falistha.

Ia menambahkan, pihaknya berencana akan limpahkan berkas perkara kasus korupsi tersebut ke pangadilan pekan depan setelah aset yang ditemuka tesita.

“Seharusnya minggu kemarin sudah dilimpahkan ke Ambon, cuma pemeriksaan aset kita temukan maka kita masukan asetnya dulu baru pelimpahan minggu depan sesuai rencananya,” katanya.

Ditemui di tempat terpisah, tersangka mantan Sekdes Meyano Das, Efratus Nifangelau, mengaku kalau ia menerima keputusan Jaksa menyita tanahnya.

“Secara pribadi saya tetap kooperatif, dan saya tetap menghargai, memberikan ruang yang sebesar-besarnya kepada pihak yang berwajib, dalam hal ini pihak kejaksaan untuk melakukan tugas-tugas sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Efratus.

“Saya tidak bantah dalam bentuk apapun, saya tetep mendukung karena bagi saya kalau itu kesalahan saya, saya harus bertanggung jawab, intinya itu,” tambahnya.

Reporter: Marcel Kalkoy
Redaksi: Sukma Paramita

The post ‘Rampok’ Hak Rakyat Meyano Das, Jaksa Sita Tanah Tersangka appeared first on Simpul Rakyat.

Related posts

Pilkades Luwu Depan Mata, Nakes Terkapar Depan Mata

admin

Dinsos Pangkep Salurkan Bantuan Beras PPKM ke 29.933 KPM PKH

admin

Terkait Pemberitaan Dana 3 Triliun, Bupati Pangkep: Kesalahan Narasi

admin