Kabaratta.com
Berita Kabar Jakarta Politik

Syarat Masuk Mal, Ferdinand Hutahaean ke Mendag Lutfi: Kebijakan yang Diskriminatif

Syarat Masuk Mal, Ferdinand Hutahaean ke Mendag Lutfi: Kebijakan yang Diskriminatif

Kabaratta.com, Jakarta – Pernyataan Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi soal syarat masuk mal di masa PPKM ini mendapat respon dari mantan politikus Demokrtat, Ferdinand Hutahaean.

Pasalnya, Lutfi pada Selasa (10/8) lalu, menyebut masyarakat bisa berbelanja di pasar, lantaran tak perlu syarat-syarat khusus, berbeda dengan di mall, selain melampirkan sertifikat vaksin, juga harus melampirkan syarat tes negatif PCR dan atau Swab Antigen.

“Kalau nggak (mau), ya boleh ke pasar rakyat. Ke pasar rakyat nggak perlu antigen, nggak mesti PCR, nggak mesti vaksin. Silakan masuk aja ke pasar rakyat,” ujar Lutfi saat mengunjungi Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan.

Mengetahui pernyataan Mendag tersebut dari awak media, Ferdinand Hutahaean menilai kebijakan itu diskriminatif, serta mengandung unsur pelecehan kepada pengunjung pasar.

“Membaca ulang berita ini, rasanya geram sekali kepada Luthfi @Kemendag ini. Selain kebijakan yang diskriminatif, juga mengandung unsur pelecehan kepada pengunjung pasar, seolah nyawa warga yang ke pasar tak sama dengan yang ke Mall. Jadi menteri kok Asbun begini,” tulis Ferdinand Hutahaean via akun Twitternya mengomentari artikel berjudul “Mendag Wanti-wanti Syarat Masuk Mal, yang Keberatan Bisa ke Pasar” yang diterbitkan oleh salahsatu media siber di Jakarta.

Hasil screenshot akun twitter Ferdinand Hutahaean.

Sementara itu, Muhammad Lutfi melalui akun instragramnya mengklarifikasi maksud pernyataan terkait pengunjung mal yang harus menunjukan hasil negatif PCR (2 hari) atau antigen (1 hari) itu.

“Saya tegaskan, pertama: ini berlaku bagi teman – teman yang tidak divaksin karena alasan kesehatan. Kedua, mengapa peraturan ini dibuat khusus untuk pusat perbelanjaan dan mal, karena sirkulasi udara di mal dan pusat perbelanjaan dilengkapi pendingin udara. Prioritas utamanya adalah menekan laju penyebaran Covid-19 @pedulilindungi.id, dapat scan langsung di pusat perbelanjaan dan mal. Pengunjung pusat perbelanjaan & mal pada masa uji coba ini adalah yang ingin berbelanja dan dalam keadaan sehat,” tulis Lutfi meluruskan pemberitaan sebelumnya.

Hasil screenshot instagram Mendaglutfi mengklarifikasi maksud pernyataan terkait pengunjung mal yang harus menunjukan hasil negatif PCR (2 hari) atau antigen (1 hari).

Lanjut dijelaskan, ke pasar rakyat dimungkinkan tanpa antigen dan vaksin karena situasinya berbeda dengan pusat perbelanjaan dan mal yang areanya tertutup dan dilengkapi dengan pendingin udara.

“Namun khusus di DKI Jakarta karena ada beberapa fasilitas yang ber-AC maka berdasarkan Kepgub 966/2021, harus menunjukan bukti vaksin. Tentunya pengunjung dan penjual di pasar rakyat harus tetap menerapkan prokes dengan disiplin untuk mencegah penularan sehingga ekonomi rakyat bisa berjalan dan masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok. Semoga penjelasan ini dapat dipahami dan diterima dengan baik,” pungkas dia.

Diketahui, hal ia ia sampaikan merespon pemberitaan sejumlah media yang menyatakan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mensyaratkan PCR/Antigen untuk masuk mal.

Penulis: Ahmad
Redaksi: Ahmad

The post Syarat Masuk Mal, Ferdinand Hutahaean ke Mendag Lutfi: Kebijakan yang Diskriminatif appeared first on Simpul Rakyat.

Related posts

Di Tengah Kecanggihan Teknologi, Danny Minta Jangan Lupakan Budaya Makassar

admin

Bupati Bantaeng Terima Hadiah Mudd dari Syekh Muhammad Jaber

admin

Rela Bersepeda untuk Divaksin, Kakek Ini Diundang Andi Sudirman ke Kantor Gubernur Sulsel

admin