Kabaratta.com
Daerah

Target 60 Ribu, Ternyata Dinsos Makassar Baru Bagikan 2000 Sembako

Kabaratta.com – Pembagian sembako gratis ditargetkan 60 ribu paket yang akan dibagikan kepada warga Makassar yang terdampak Corona pada Selasa (21/4/2020)

Namun bantuan sosial berupa paket sembako yang sudah didistribusikan baru sekitar 2000-an paket. Sementara data warga calon penerima yang tervalidasi sekitar 50-an ribu.

Kepala Dinas Sosial Kota Makassar Mukhtar Tahir yang dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Rencananya kata Mukhtar, pihaknya kembali akan mendistribusikan sembako tersebut ke warga pada Sabtu (25/4/2020).

”Ini kita baru uji coba saja. Yang sudah terdistribusi itu baru sekitar 2.000-an. Insya Allah Sabtu (25/4/2020) kita mulai lagi membagikan ke masyarakat terdampak covid-19,” kata Mukhtar Tahir.

Alasan Mukhtar tidak mendistribusikan pakset sembako tersebut pada Kamis (24/4/2020) besok, karena bertepatan hari pertama puasa. Untuk pendistribusian sembako selanjutnya akan dibagikan 1000 paket ke masing-masing kecamatan.

Mukhtar menargetkan 60 ribu paket sembako yang disiapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar akan selesai pekan depan.

”Target kami bisa selesai lima hari. Nanti masing-masing kecamatan akan kami distribusikan 1000 paket. Begitu seterusnya sampai selesai,” jelas Mukhtar.

Menurut Mukhtar, pendistribusian sebako ini memang agak lama. Alasannya, karena satu paket sembako tersebut cukup berat. Isinya ada beberapa jenis bahan pokok.

Di antaranya beras 10 kg, mie instan, gula pasir, minyak goreng, susu dan ikan kaleng, sabun mandi, sabun cuci pakaian, pasta gigi, dan sabun cuci piring.

Agar tepat sasaran dan tidak menimbulkan kerumunan warga, penyaluran bantuan sembako tersebut dilakukan dengan sistem door to door.

”Penerima paket sembako itu juga harus jelas. Harus difoto untuk dokumentasi dan penerima harus tandatangan.” ucapnya

“Belum lagi pendistribusiannya yang dilakukan door to door dan bertahap Karena itu masyarakat juga harus sabar. Karen kami juga harus hati-hati. Sebab ini semua harus kami pertanggungjawabkan,” tegas Mukhtar.

Penyaluran bantuan sosial ini diperuntukkan bagi warga yang paling terkena dampak dengan adanya pembatasan sosial.

Diantaranya tukang becak dan pemulung. Selain itu, tenaga kerja yang di-PHK atau dirumahkan juga diprioritaskan mendapat bantuan tersebut.

”Kita harapkan jika ada yang belum dapat tidak usah gelisah, tinggal dilaporkan saja ke kami. Semua yang berhak akan dapat bantuan,” sebut Mukhtar.

(Wan)

Related posts

Semarak HUT ke-5, Komunitas Taklim Jurnalistik Gelar Seminar Gratis Satu Bulan Penuh

admin

Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau: Kembalikan Kejayaan Jeruk Besar Pangkep  

admin

Dispar Bantaeng dan Poltekpar Makassar Gelar Seminar RIPPAR

admin