Kabaratta.com
Hukum dan Kriminal

Wanita Penista Agama di Makassar, Terancam 5 Tahun Penjara

Kabaratta.com– Ince Nikmatullah, akhirnya ditetapkan sebagai tersangka

Wanita berusia 40 tahun itu dijerat dengan pasal 156 a KUHP, tentang penistaan agama

Kapolda Sulsel Irjen Pol. Mas Guntur Laupe dalam konferensi pers, mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan

Ince Nikmatullah, terbukti telah melakukan penistaan agama dengan membanting  bahkan hendak merobek Al-Quran

“Pelaku dijerat dengan pasal 156 a KUHP tentang Penistaan Agama dengan ancaman hukuman pidana lima tahun penjara,” ujar Guntur saat jumpa pers, di aula Polres Pelabuhan Makassar, Jumat (10/7/2020)

Mas Guntur menjelaskan, peristiwa pelemparan kitab suci ini murni persoalan pribadi dan harus dipertanggungjawabkan.

Sehingga, kata dia pihaknya berjanji akan mengusut tuntas kasus ini hingga sampai ke pengadilan.

Oleh karena itu, Guntur meminta kepada masyarakat agar tetap tenang dan mempercayakan kasus ini ke kepolisian.

“Ini masalah pribadi dan kasus ini tetap akan diproses secara hukum,” ungkapnya

Berdasarkan pengakuan pelaku, lanjut Guntur, Ince melakukan pelemparan dan hendak merobek Al-Quran tersebut

Dia melakukan lantaran emosi dan kesal kepada sekelompok warga yang kerap bermain judi domino di dekat rumahnya di Jalan Tentara Pelajar, Kota Makassar

Menurutnya, sekelompok pria yang kerap main judi itu, menuding Ince suka melapor ke polisi terkait aktivitas mereka.

Karena merasa kesal dituding tanpa bukti itu, sehingga Ince geram.

Ada warga kerap main domino di dekat rumah pelaku. Sehingga ia merasa terusik dan emosi”

“Karena tidak tahan lagi, sehingga dia langsung melemparkan Alquran kepada warga, bahkan ia juga sempat membanting meja,” katanya.

Namun demikian, Guntur menyayangkan sikap dari Ince. Karena niatnya yang baik meminta masyarakat tak berkerumun dan bermain judi, malah ia tidak bisa mengontrol emosi dengan melakukan penistaan agama.

“Itulah barangkali kekeliruan pelaku, karena kalau seandainya hanya emosi mengambil satu barang apa pun juga itu, bisa dilemparkan ke orang yang merasa mengusiknya” kata Guntur

Tapi karena ini kelirunya atau khilafnya yang bersangkutan, makanya dia ditangkap dan diproses hukum,” pungkasnya



(DS)

Related posts

Rebutan Tanah Warisan, 4 Nyawa Melayang, Salah Satu Jadi Korban Pengacara

[email protected] useradmin

Eksekusi Lahan di Villa PT The Hill, Juru Sita PN Mataram Terpaksa Panjat Tembok

admin

Pintu Masuk Pelabuhan Lembar Diperketat, Cegah Dampak PPKM Darurat Jawa Bali

admin